Semua berawal dari Nanang Galuh,



Masih banyak yang sering nanya, Nizham alumni Nanang Galuh ? Apa sih enaknya ? Apasih untungnya ? atau apasih Nanang Galuh itu ? haha, this is common question i often hear.
 – Kalo boleh jawab untungnya banyak banget, ga bisa di tulisin satu persatu. HAHA, dan yang belum tau Nanang Galuh itu apa ? sini jelasin bentar, Nanang Galuh adalah pemilihan duta yang berlatar belakang kebudayaan dan pariwisata, diambil dari bahasa Banjar dimana artinya Nanang adalah seorang pemuda banjar yang belum menikah, dan Galuh seorang pemudi banjar yang belum menikah. Setiap daerah biasanya punya kata yang berbeda-beda, misalnya ada Abang None di Jakarta. Dari semua pemilihan duta, Nanang Galuh inilah yang bisa dibilang kastanya paling tinggi, karena sudah ada sejak dulu dan still exist until now, tahapan pemilihannya pun dimulai dari Kabupaten/ Kota, Provinsi, dan Nasional. Tidak bisa dipungkiri, alumni dari ajang ini banyak yang memiliki pengaruh besar bagi lingkungan sekitar dan tak sedikit juga yang terjun kedunia Entertaintment. Paling banyak sih jadi MC dan model, atau terjun kedunia Eo.

Sedikit cerita, aku memulai perjalanan Nanang Galuh di tahun 2014 saat itu masih duduk dibangku SMA kelas 2. Aku sendiri ikutnya di Kotabaru, karena aku sendiri besar di Kotabaru (salah satu kabupaten diKalsel). Kalau disekolahku biasanya rutin mengirimkan muridnya bertanding diajang ini, jadi dibuat tim khusus, kita diberi pelatihan dari cara jalan, public speaking dan menggali potensi dalam diri, dulu di smada biasanya yang handle sih ibu Nurul sama ibu Dewi, ga tau sekarang gimana kabar beliau-beliau. Semoga selalu diberi kesehatan selalu-amin. Ditahun 2014 aku gagal, tidak masuk ke 12 besar otomatis tidak bisa masuk ke grandfinal. But next year aku coba lagi, ditahun 2015 dan akhirnya masuk. Saat itu musuh-musuhnya lumayan kelas sih menurutku, ada yang kuliah, ada yang kerja, ada yang sudah experiencingnya pertukaran keluar negeri. 

Untuk di KTB sendiri, ada tahapan-tahapan pada pemilihannya seperti, pertama Technical meeting, dimana kita dikasih guideline mengenai pemilihan ini, ukur tinggi badan, dan sedikit perkenalan dan selayang pandang apa Nanang Galuh itu sendiri. Tes selanjutnya adalah Public Spekaing, lalu ada interview dari bidang Pemrintahan, Kepariwisataan, Bakat, Bahasa Inggris, dan personality – Term nya bisa ganti-ganti cuman pasti akan keluar yang diatas. Biasanya ada juga unjuk bakat, kalau pas kemarin aku bakat nanyi sambil diiringin panting- sekalian kalo nana baca- makasih banyak yaaa dah bantuin saat itu. Lolos kemalam Grand Final i got english question dari juri yang namanya ka Pupsa, dan Alhamdulillah, bisa jawab dengan lancar. Inget banget waktu malam itu mama cerita kalau pas diumimn Mc aku dapet Bahasa Inggris ada yang ngeledekin dibelakang ee taunya bisa jawab Alhamdulillah.  Sampe akhirnya aku diumumin keluar sebagai Wakil 1 Nanang Kotabaru 2015 dipasangin sama Riri Octavia Anwar.

Dikalsel ada 11 kabupaten dan 2 kota, dan wajib mengirimkan perwakilannya ke provinsi di pemilihan Nanang Galuh Kalsel. Rasanya bisa masuk ketahap ini adalah hal yang bisa dibilang ga semua dikasih kesempatan, apalagi makin kesini makin susah untuk bisa tembus keajang ini dengan banyak kejutan di setiap watunya, banyak hal-hal yang terduga dari judlak teman-teman panitia, ada penilian perpasangan ada lagi yang sendiri-sendiri. Jadi setiap tahunnya banyak yang unpredictable. Waktu diprovinsi itu vibes susah banget,  jago-jagio musuhnya ada yang S2, ada yang sudah keberbagai negara, ada yang bisa berbahasa lebih dari 3 bahasa. Saat itu yang masih proses seleksi sangatlah ribet, dari 26 pasang kita dikerucutkan menjadi 10 pasang yang berhasil mendapat sesi Q n A, aku belum ada rezeki.Jadi bisa dibilang kalah lagi. Wkwkwks.

Tapi dari ajang ini aku kenal dengan salah satu tokoh yang benar-benar mebuat aku pribadi kagum dengan cara pikir beliau yang begitu taat dengan aturan pakem budya banjar. Nama beliau adalah Kawang Yoedha, coba deh di search di google betapa hebatnya om kawang menjaga dan melestarikan pakem budaya Banjar.
Dari ajang ini juga kenal banyak orang-orang hebat dan link juga kebangun, hal ini terasa sekali sampai sekarang.
Kalo ditanya jadi nanag Galuh apa enaknya ? jawabnnya banyak bgtttttt
Kita bisa bebicara degan para pejabat denagan akses yang mudah, menjemput tamu penting dengan status yang juga diutamakan, terlibat dalam acara-acara besar, atau nempel kering RI 1 dengan gampang.

Ngomong-ngomong teantang pawadahan Nanang Galuh,
Pawadahan Nanang Galuh Paliing keren menurutku adalah Pawadahan Nanang Galuh Kota Banjarmasin, dari alumni pawadahannya yang keren-keren, seperti ada ka hj. Annanda, ka Nevia Alhamid, Putra Horman, ka Lidya Basrindu dan msih banyak lagi alumni nanagb galuh kota banjarmasin yang membuatku kagum.
Banyak rezeki yang berawal dari Nanang Galuh, dari karir, link, cara berpikir dll.Dari Nanang Galuh juga kenal dengan slogan ini, Rezeki tidak akan tertukar. Mungkin kedengarannya biasa aja, tapi padahal kalimat ini bisa jadi mantra atau penawar obat.
Kalau kamu ada kesempatan, jangan lupa diambil. Menjadi alumni dari Nanang Galuh adalah hal yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup.
-
Padahal banyak bgt yang mau ditulis tapi susah banget change it into words. Mungkin nanti bisa bikin versi podcastnya kali ya.
-
Thankyou for coming.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Januari 2021,

Contoh Naskah Berita - Presenter

TEKS MC BAHASA INGGRIS